Follow Me On Twitter

Apa Beda Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro?






Ada perbedaan yang dapat dilihat ketika seseorang sedang membicarakan fenomena ekonomi. Obyek pembicaraan atau obyek pembahasan dapat diketahui apakah konteksnya ekonomi mikro atau ekonomi makro atau kombinasi dari keduanya.


Ilmu ekonomi mikro menganalisis bagian-bagian yang dilakukan oleh unit-unit kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian.  Dalam hal ini pada umumnya pendekatan mikro terkait dengan keputusan-keputusan yang diambil oleh para pelaku ekonomi dengan mengacu pada signal harga pasar.

Pemahaman konsep-konsep ekonomi mikro dan aplikasinya dalam ekonomi dan bisnis memungkinkan para pelaku ekonomi untuk membuat keputusan yang optimal. Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus.

Ruang lingkup kajian ekonomi mikro adalah produsen dan konsumen. Tradisi berlandaskan teori Adam Smith. Ekonomi mikro dengan demikian memiliki ruang lingkup pada produsen dan konsumen. Produsen dan konsumen tersebut dalam dunia ekonomi yang nyata adalah individu-individu pada rumah tangga keluarga, masyahrakat, atau perusahaan. Unit-unit ekonomi skala mikro tersebut harus berusaha mengalokasikan sumberdaya ekonomi yang terbatas untuk mampu mengoptimalkan tingkat pemuasan kebutuhannya. Adapun ruang lingkup yang dianalisis dalam ekonomi mikro adalah: Interaksi di pasar barang (permintaan dan penawaran), Tingkah laku penjual dan pembeli, Interaksi di pasar faktor-faktor produksi








Sedangkan ilmu ekonomi makro merupakan analisis atas keseluruhan kegiatan perekonomian yang bersifat global dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian. Dalam ekonomi makro, analisis ditujukan terhadap keseluruhan produsen dan konsumen dalam perekonomian. Teori ekonomi makro menerangkan aspek-aspek seperti penentuan tingkat perekonomian negara yang berkaitan dengan sampai di mana suatu perekonomian akan menghasilkan barang dan jasa.

Analisis dalam teori ekonomi makro akan memperhatikan pula masalah perubahan harga, perubahan penawaran, pengeluaran agregat serta masalah-masalah yang akan timbul bila pengeluaran agregat tidak mencapai tingkatnya yang ideal (yaitu kesempatan kerja penuh tanpa inflasi). Sebagai gambaran, dalam teori ekonomi makro dibahas tentang langkah utama pemerintah dalam mengatasi masalah pengangguran dan inflasi yang dibedakan menjadi dua bentuk kebijaksanaan yaitu kebijaksanaan fiskal dan kebijaksanaan moneter. Kebijaksanaan fiskal adalah langkah-langkah pemerintah dalam merubah struktur dan jumlah pajak dan pengeluarannya dengan maksud untuk mempengaruhi tingkat kegiatan perekonomian. Sedangkan kebijaksaan moneter adalah langkah-langkah pemerintah melalui bank sentral dalam mengatur dan mem-pengaruhi jumlah uang dalam perekonomian atau mengubah suku bunga dengan tujuan untuk mengatasi masalah perekonomian yang dihadapi.

Ruang lingkup kajian ekonomi makro adalah usaha masyarakat dan pemerintah dalam mengelola faktor produksi secara efisien. Landasan kajian ekonomi makro adalah teori Keynes Ekonomi makro memusatkan perhatian pada usaha masyarakat sebagai satu kesatuan untuk melakukan efisiensi dalam menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia.

Peristiwa-peristiwa dan masalah-masalah ekonomi yang dipelajari merupakan suatu agregatif. Lingkup kajiannya dapat berupa pendapatan total dari suatu masyarakat, kesempatan kerja di sebuah negara, penyebab resesi di Indonesia, atau kondisi neraca perdagangan sebuah negara pada akhir tahun.

Secara ringkas ruang lingkup yang dipelajari dalam ilmu ekonomi makro meliputi Penghitungan pendapatan nasional, Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian dua sektor, Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian tiga sektor., Kebijakan fiskal dan sistem perpajakan, Uang, Bank dan penciptaan uang, Kebijakan moneter dan uang yang beredar, Pasar uang dan pasar tenaga kerja, Teori inflasi, Perdagangan luar negeri, nilai valuta asing dan neraca pembayaran, Perdagangan luar negeri dan tingkat keseimbangan pendapatan nasional, Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi.

Semoga dengan memiliki wawasan dasar ini, kita dapat memahami konteks peristiwa ekonomi yang sedang dibicarakan oleh ahli-ahli ekonomi atau berita-berita tentang fenomena ekonomi nasional kita sehingga kita tidak salah paham atau terbawa oleh pengertian-pengertian yang menyesatkan.