Blog ini berisi berbagai pengetahuan praktis. Dibuat oleh seseorang yang bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, sebut saja ZMan alias Hendra Poerwanto Yang kebetulan seorang pengajar dan kebetulan suka berbagi pengetahuan, pemikiran, pendapat, pengalaman, perasaan tentang hal-hal ringan yang dipetik dari kehidupan sehari-hari melalui tulisan.
Follow Me On Twitter
Apa Itu Ekonomi Makro? -Part 2 Pasar
Dari kacamata ekonomi makro, pasar dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar, yaitu
Pertama, Pasar Barang dan Jasa. Pasar dimana Produsen dan konsumen bertransaksi untuk barang dan jasa. Produsen adalah pihak yang menyediakan berbagai macam barang dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen. Sektor rumah tangga, pemerintah dan luar negeri sebagai konsumennya.
Sebagai ilustrasi tentang pasar barang dan jasa, misalnya perusahaan tekstil dan produk tekstil menghasilkan berbagai macam kain, pakaian, kaos, jaket, permadani, sepatu dll. Pembelinya adalah masyarakat sebagai sektor rumah tangga, pemerintah dan sebagian lagi warga asing (sektor luar negeri) yang mengimpor barang-barang tersebut. Di pasar barang dan jasa, juga terjadi jual-beli antar perusahaan. Misalnya perusahaan tekstil, membeli benang dan kancing dan perusahaan lain. Seperti YKK memasok resluiting ke berbagai perusahaan pakaian jadi. Saat ini Indonesia menjadi pengekspor tekstil dan pakaian jadi, makanan, minuman tetapi juga menjadi pengimpor kendaraan, pesawat terbang, alat fotografi dan kedokteran.
Kedua, Pasar Tenaga Kerja. Pasar dimana penyedia tenaga kerja dan yang membutuhkan tenaga kerja bertransaksi. Sektor rumah tangga adalah pihak yang menjadi penyedia tenaga kerja. Yang meminta tenaga kerja adalah perusahaan, pemerintah dan luar negeri. Dewasa ini pasar tenaga kerja telah menjadi pasar internasional.
Contoh pasar tenaga kerja, misalnya, Singapura, Malaysia, Arab Saudi dan beberapa negara di Eropa banyak melakukan permintaan terhadap tenaga kerja Indonesia. Sedangkan Indonesia meminta tenaga kerja ahli dan Jepang, Amerika, Inggris, Jerman untuk menjadi konsultan. Tenaga kerja tidak hanya berupa kemampuan fisik, tetapi juga keterampilan, keahlian dan mental.
Berbicara soal tenaga kerja, maka kita dapat mengelompokkannya menjadi tiga kelompok besar jenis tenaga kerja, yaitu 1) Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang mempunyai keahlian tinggi dan pendidikan yang tinggi sehingga menguasai keahlian di bidang bidang tertentu. Contoh ekonom, akuntan, dokter, dosen, insinyur, dll. 2) Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja yang mempunyai keterampilan atau keahlian yang diperoleh melalui pendidikan ataupun pengalaman kerja. Contoh baby sitter, montir, tukang kayu dll. Yang ketiga adalah Tenaga kerja kasar adalah tenaga kerja yang hanya mengandalkan kemampuan fisik dimana mereka tidak memiliki pendidikan atau berpendidikan rendah sehingga tidak mempunyai keahlian dalam suatu bidang pekerjaan. Contoh kuli-kuli bangunan atau pelabuhan.
Yang perlu diperhatikan bahwa penawaran tenaga kerja total terhadap perekonomian, sangat tergantung kepada keputusan yang diambil oleh sektor rumah tangga. Keputusan tersebut mencakup kapan masuk angkatan kerja, berapa jam mereka harus bekerja dsb.
Ketiga adalah Pasar uang ( pasar modal). Individu dari sektor rumah tangga yang sudah mapan, mengalokasikan pendapatannya tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga untuk ditabung dan spekulasi di pasar uang.
Di pasar uang rumah tangga dapat membeli saham maupun obligasi dari perusahaan maupun pemerintah. Artinya, sektor rumah tangga menawarkan dana kepada pihak-pihak yang membutuhkan, yakni perusahaan dan pemerintah, dengan harapan akan memperoleh pendapatan berupa deviden atau bunga. Bila perusahaan menyatakan dirinya go publik, berarti melakukan permintaan dana baik ke sektor rumah tangga, pemerintah maupun sektor luar negeri.
Saham merupakan instrumen keuangan yang menyatakan pemiliknya untuk mendapatkan hak atas bagian laba perusahaan. Bagian laba yang dibayarkan perusahaan setiap periode kepada pemiliknya disebut dengan deviden. Naik turunnya nilai saham sangat dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, sedangkan obligasi merupakan surat perjanjian sanggup bayar (surat hutang), yang dikeluarkan oleh perusahaan/pemerintah pada saat meminjam uang.
Demikian sekelumit tentang pasar dari sudut pandang ekonomi makro. Semoga bermanfaat untuk menjadi wawasan dasar dalam memahami peeristiwa-peristiwa ekonomi nasional kita.
