Dari sudut pandang ekonomi mikro, secara tradisional pasar didefinisikan sebagai tempat di mana pembeli dan penjual melakukan transaksi barang dan atau jasa sesuai dengan kesepakatan (tawar-menawar). Pasar bisa berbentuk fisik ataupun non fisik (maya). Bentuk fisik pasar adalah pasar dalam artian konvensional. Pasar non fisik adalah pasar yang bisa diadakan melalui transaksi via dan berbasis internet (E-business dan E-Commerce)
Dari sudut pandang ekonomi mikro, pasar dapat dilihat berdasarkan banyak hal. Pertama bila pasar dilihat berdasarkan jenis barang yang diperjualbelikan, maka pasar ada du jenisnya, yaitu:
- Pasar Barang Konsumsi. Disebut pasar barang konsumsi karena barang yang diperjualbelikan adalah barang-barang siap pakai atau barang jadi seperti makanan, minuman, pakaian, sepeda, dan barang-barang kebutuhan hidup lainnya. Pasar seperti ini sangat diperlukan oleh produsen untuk menjual hasil produksinya.
- Pasar Barang Produksi. Disebut pasar barang produksi karena barang yang diperjualbelikan merupakan barang produksi atau faktor-faktor produksi. Barang produksi adalah barang-barang yang akan digunakan dalam proses produksi, misalnya pasar bibit ikan, pasar mesin-mesin pabrik, bursa tenaga kerja, pasar modal.
Kedua, bila pasar dilihat berdasarkan luas jangkauannya, maka ada setidaknya ada 4 jenis pasar, antara lain:
- Pasar lokal. Pasar yang daerah pemasarannya hanya meliputi daerah tertentu, barang yang diperjualbelikan adalah barang kebutuhan masyarakat di sekitarnya.
- Pasar nasional. Pasar yang daerah pemasarannya meliputi wilayah satu negara, barang yang diperjualbelikan adalah barang yang dibutuhkan masyarakat negara tersebut.
- Pasar regional. Pasar yang daerah pemasarannya meliputi beberapa negara di wilayah tertentu dan biasanya didukung dengan perjanjian kerjasama misalnya AFTA di wilayah Asia Tenggara.
- Pasar internasional/pasar dunia. Pasar yang daerah pemasarannya meliputi seluruh kawasan dunia, barang yang diperjualbelikan adalah barang yang dibutuhkan semua masyarakat dunia.
Ketiga, pasar juga bisa dilihat dari sisi waktu terjadinya. Bila dilihat dari sisi tersebut, maka ada beberapa istilah yang dipakai untuk menyebutnya, yaitu
- Pasar harian. Pasar yang melakukan aktivitas setiap hari. Misalnya pasar pagi, toserba, dan warung-warung
- Pasar mingguan. Pasar yang melakukan aktivitas setiap satu minggu sekali. Misalnya pasar senin atau pasar minggu yang ada di daerah pedesaan
- Pasar bulanan. Pasar yang melakukan aktivitas setiap satu bulan sekali. Dalam aktivitasnya bisa satu hari atau lebih. Misalnya, pasar yang biasa terjadi di depan kantor-kantor tempat pensiunan atau purnawirawan yang mengambil uang tunjangan pensiunannya tiap awal bulan.
- Pasar tahunan. Pasar yang melakukan aktivitas setiap satu tahun sekali. Kejadian pasar ini biasanya lebih dari satu hari, bahkan bisa mencapai lebih dari satu bulan. Misalnya Pekan Raya Jakarta, pasar malam, dan pameran pembangunan.
- Pasar temporer. Pasar yang dapat terjadi sewaktu-waktu dalam waktu yang tidak tentu (tidak rutin) pasar ini biasanya terjadi pada peristiwa tertentu. Misalnya pasar murah, bazar, dan pasar karena ada perayaan kemerdekaan RI.
Keempat, selain tinjauan dari beberapa sisi yang telah disebutkan, pasar dapat dilihat atas dasar sifatnya. Bila pasar dilihat berdasarkan sifatnya, maka pasar dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu:
- Pasar Nyata. Pasar dimana barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
- Pasar Abstrak. Di pasar ini para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
Kelima, beberapa ahli mengelompokkan pasar berdasarkan cara transaksi yang terjadi di pasar tersebut. Bila dilihat dari cara transaksi, maka ada yang disebut:
- Pasar Tradisional. Pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
- Pasar Modern. Pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.
- Pasar output (pasar produk). Yaitu pasar yang memperjualbelikan barang-barang hasil produksi (biasanya dalam bentuk jadi).
- Pasar input (pasar faktor produksi). Pasar dimana interaksi antara permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa sebagai masukan pada suatu proses produksi (sumber daya alam, berupa bahan tambang, hasil pertanian, tanah, tenaga kerja, dan barang modal).
Ketujuh, Pasar dilihat berdasarkan strukturnya adalah pengelompokan jenis pasar yang sering digunakan untuk menganalisis pasar. Bila dasar struktur, maka pasar dapat dikelompokkan menjadi setidaknya 4 jenis pasar yaitu:
- Pasar persaingan sempurna. Merupakan struktur pasar atau industri di mana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapatmempengaruhi keadaan di pasar.
- Pasar monopoli. suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja.
- Pasar persaingan monopolistik. pasar yang berada di antara dua jenis pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dan monopoli. Yaitu pasar dimana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak
- Pasar oligopoli. Pasar ini terdiri dari hanya beberapa produsen saja. Adakalanya pasar oligopoli terdiri dari dua perusahaan saja. Pasar Oligopoli yang terdiri hanya dua perusahaan dinamakan pasar duopoli. Pasar oligopoli hanya terdiri dari sekelompok kecil perusahaan. Biasanya terdapat perusahaan raksasa yang menguasai sebagian besar pasar oligopoli katakanlah 70 – 80 persen dari seluruh produksi atau nilai penjualan dan di samping itu terdapat pula beberapa perusahaan kecil. Beberapa perusahaan dapat mempengaruhi perusahaan- perusahan lain. Sifat khusus dari perusahaan dalam pasar oligopoli yang tidak terdapat dalam bentuk pasar lainnya adalah sifat saling mempengaruhi antara beberapa perusahaan terhadap perusahaan-perusahaan lainnya.
Demikian sekelumit tentang pasar dari sudut pandang ekonomi mikro. Semoga bermanfaat untuk menjadai wawasan dasar dalam memahami fenomena ekonomi sehari hari.
