Blog ini berisi berbagai pengetahuan praktis. Dibuat oleh seseorang yang bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, sebut saja ZMan alias Hendra Poerwanto Yang kebetulan seorang pengajar dan kebetulan suka berbagi pengetahuan, pemikiran, pendapat, pengalaman, perasaan tentang hal-hal ringan yang dipetik dari kehidupan sehari-hari melalui tulisan.
Follow Me On Twitter
Serba-Serbi ASIAN Games 2018 - Part 2 Logo dan Maskot
Sebelum logo dan maskot ASIAN Games 2018 seperti yang ada sekarang, pada awalnya logo ASIAN Games 2018 yang pertama diluncurkan pada tanggal 9 September 2015 dengan maskot yang mengambarkan cenderawasih, spesies burung langka di Indonesia. Drawa, personifikasi cenderawasih, Maskot tersebut diresmikan oleh wakil presiden Jusuf Kalla pada tanggal 26 Desember 2015.
Ternyata logo Drawa yang merupakan personifikasi cendrawasih tersebut mengundang banyak kritik dari masyarakat atas desain maskot dan logo yang kuno dan tidak menarik. Berdasarkan masukan dari masyarakat, penyelenggara menarik kembali maskot dan logo yang telah diluncurkan dan memerintahkan Badan Ekonomi Kreatif untuk merevisi desain logo tersebut.
Setelah dilakukan revisi terhadap logo dan maskot ASIAN Games 2018 yang lama, Pada tanggal 28 Juli 2016, logo dan maskot ASIAN Games 2018 yang baru, diresmikan oleh Badan Ekonomi Kreatif, Komite Olimpiade Indonesia, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Logo baru ini didasarkan pada desain atap Stadion Gelora Bung Karno yang dibangun untuk Asian Games 1962 di Jakarta, dengan delapan jalur yang mengarah ke stadion, lambang Dewan Olimpiade Asia sebagai matahari bersinar sebagai cerminan Energi Asia yang bersinar di seluruh Asia.
Maskot baru ASIAN Games 2018 mendapat penerimaan positif dari masyarakat. Maskot baru ASIAn Games 2018 dianggap lebih mencerminkan keberagaman Indonesia dengan tiga hewan dari berbagai daerah di Indonesia. Bhin Bhin, personifikasi Cendrawasih, mengenakan rompi dengan motif tradisional Asmat dari Papua dan melambangkan strategi. Atung, personifikasi Rusa Bawean, mengenakan sarung batik parang dan melambangkan kecepatan. Kaka, personifikasi badak bercula satu, mengenakan motif bunga dari Songket Palembang dan melambangkan kekuatan. Nama mereka diambil dari motto nasional Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.
Secara singkat maskot Asian Games 2018 Bhin bhin, Kaka dan Atung adalah simbol dari tiga hal positif dalam sebuah kompetisi olahraga yakni strategi, kecepatan dan kekuatan. Dalam makna yang lain, penamaan masing-masing Maskot Asian Games 2018 Bhin bhin, Kaka dan Atung merupakan representasi dari semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika, yang bermakna keberagaman yang dimiliki Indonesia siap satu tekad untuk menyongsong tamu-tamu dari berbagai negara sekaligus ikut aktif berpartisipasi dalam rangkaian susksesi event Asian Games. Menpora Imam Nahrawi mengungkapkan, trio Maskot Asian Games 2018 memiliki makna bahwa Indonesia siap menunjukkan jati diri kepada dunia melalui prestasi atlit dan sebagai penyelenggara Asian Games 2018.
